Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Maudy Ayunda Punya Trik Hadapi Dunia Kerja
Jumat, 24-06-2022 - 08:55:53 WIB
TERKAIT:
 
  • Maudy Ayunda Punya Trik Hadapi Dunia Kerja
  •  

    Majalahelsinta.com,Jakarta-Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda mengajak anak-anak muda Indonesia untuk update mengikuti pembahasan G20, utamanya di sesi education working group. Sebab pada sesi ini, banyak isu penting yang dibahas.

    “Saya ingin mengingatkan lagi teman-teman di sana dan juga anak-anak muda dengan presidensi G20. Karena banyak sekali isu-isu penting kedepannya yang dibahas dan sudah dibahas. Jadi ikuti terus activities-nya ke depan,” ajak Maudy Ayunda dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema ‘Pendidikan Berkualitas Hadapi Dunia Kerja Pasca Pandemi’, pada Kamis (23/6/2022).

    Untuk diketahui, Indonesia memegang Presidensi G20 yang diagendakan diselenggarakan di Bali pada November 2022. Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 adalah “Recover Together, Recover Stronger”.

    Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

    Puncak acara Presidensi G20 adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)/Summit dari seluruh rangkaian proses pertemuan G20, yaitu rapat tingkat kepala negara/pemerintahan.

    Maudy mengatakan dalam dunia kerja di masa depan membutuhkan orang yang memiliki unique selling point.

    “Kita sebagai manusia juga harus bisa berpikir bahwa kita juga memerlukan unique selling point semacam a personal value proposition juga. Karena dunia kerja kedepannya bukan lagi yang penting keterampilan, uniformity. Karena adanya keterampilan, akan berubah terus,” kata Maudy.

    Menurutnya, dunia kerja di masa depan menuntut pribadi-pribadi yang memiliki semangat dan kemauan yang besar untuk terus melakukan self customize, self exploration dalam menunjang pendidikan diri sendiri.

    “Pada saat itu yang dibutuhkan, perlu sekali self customize, self exploration dalam pendidikan diri sendiri,” terangnya.

    Untuk mencapai hal ini, jelas Maudy, dasarnya adalah semangat dan kemauan yang besar untuk terus belajar. Ini penting untuk dimiliki setiap anak-anak Indonesia tambahnya.

    “Karena memang foundation-nya itu ingin terus belajar, itu precisely satu hal yang saya percaya, itu dibutuhkan di setiap anak muda dan juga anak-anak Indonesia bahwa kemerdekaan dan kemandirian itu sangat penting nantinya,” ujarnya.

    Perubahan Sistem Pendidikan

    Bicara mengenai pendidikan secara general, Maudy menegaskan, dirinya tertarik soal assessment (penilaian) sebagai driving force dalam menciptakan perubahan dalam sistem pendidikan kita.

    “Maksudnya adalah sering sekali kita membahas kurikulum dan guru, walaupun kurikulum juga ada assessment di dalamnya, tapi assessment sebenarnya bisa menjadi big source of change pada saat assessment itu defining apa yang harus dipelajari,” ungkapnya.

    Assessment dimaksud, Maudy mencontohkan, adalah ketika sang guru memberikan pertanyaan yang mengarah pada penggalian opini pada peserta didik. Dalam hal ini, Maudy menjelaskan, anak-anak terpacu untuk bisa berpikir mandiri dan kritis karena diimingi nilai.

    Selain itu, para guru juga termotivasi untuk mengajarkan anak-anak dengan menanyakan pendapat mereka akan suatu hal. Yang terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia, terang Maudy, para guru lebih banyak dibebankan dengan penilaian administratif.

    “Ini pengalaman saya di beberapa sekolah, merasa sekali ketika bentuk ujiannya berubah, itu sebenarnya mindset stakeholder-nya juga ikut berubah-ubah,” ungkapnya.

    Kompleksnya Pendidikan Indonesia

    Pada kesempatan itu, Maudy mengatakan masalah pendidikan merupakan isu yang sangat kompleks. Hal ini dikatakan Maudy ketika ditanya penyebab adanya kesenjangan dan rendahnya tingkat pendidikan di beberapa wilayah di Indonesia.

    Menurutnya, performa seorang anak dalam pendidikan tergantung pada banyak hal seperti para orang tua, guru dan motivasi diri.

    Selain itu, juga tergantung pada sumber daya penunjang lainnya seperti sekolah, akses terhadap teknologi dan informasi dan lain sebagainya.

    “Saya rasa kalau kita berbicara tentang pendidikan, itu adalah isu yang sangat kompleks. Whether or not seorang anak itu perform, itu dependent on tadi stakeholder guru, orang tua, motivasi diri sendiri, tapi juga resources, sekolah, teknologi, akses terhadap informasi dan sebagainya,” ungkap Maudy.

    Maka dari itu, Maudy menegaskan, rendahnya mutu pendidikan seseorang tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Namun belajar dari kondisi selama pandemi Covid-19, Maudy menjelaskan, hal yang diperlukan adalah komitmen.

    “Saya rasa di manapun kita berada, kalau ada motivasi intrinsik yang sangat besar dari anak tersebut untuk belajar, ada caranya gitu dengan self learning, mencari sendiri, lewat internet, berbicara dengan orang lain,” terangnya.

    Sehingga, harap Maudy, menjadi pekerjaan rumah bersama saat ini adalah bagaimana membangun budaya mau belajar. Ia menambahkan, kemauan bukan hanya pada anaknya saja, namun juga pada stakeholder di sekitarnya yang ingin melayani anak tersebut. (dpri)







     
    Berita Lainnya :
  • Sukses di Malaysia, Brunei, Singapura, Ezkayvie Nexus Bidik Pasar Indonesia
  • Tak Hanya Gelar Seni Dendang Mahameru Juga Berkegiatan Sosial
  • Wow Artis Multi Talenta DJ Aini Adilla Kini Nge DJ Tiktok di Rumah, Yu Lihat
  • Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
  • MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sukses di Malaysia, Brunei, Singapura, Ezkayvie Nexus Bidik Pasar Indonesia
    02 Tak Hanya Gelar Seni Dendang Mahameru Juga Berkegiatan Sosial
    03 Wow Artis Multi Talenta DJ Aini Adilla Kini Nge DJ Tiktok di Rumah, Yu Lihat
    04 Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
    05 MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
    06 Indonesia dan AS Mempererat Hubungan Bilateral yang Terjalin 73 tahun Lalu
    07 Ini Aturan Baru Cara Membeli Pertalite dan Solar
    08 Lembaga Masyarakat Adat Papua Dukung DOB Provinsi Papua
    09 Pengamat Politik Lokal: DOB Papua Demi Kepentingan Integrasi Nasional
    10 Jagokan Wisata Edukasi Subak Desa Kertalangu, Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusanta
    11 Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
    12 Ketum PP IAI : Kongres dapat Memilih Ketum PP IAI Baru yang Amanah Memimpin Organisasi
    13 Blusukan ke Pasar Kosambi Bandung, Mendag Zulhas: Harga Sembako Stabil, Migor Curah Dikemas Sederhan
    14 Maudy Ayunda Punya Trik Hadapi Dunia Kerja
    15 Mendag Zulhas Blusukan Pastikan Stok dan Harga Minyak
    16 Gelar BBI Lagawi Fest, Kemenperin Dorong IKM Lampung Go-Digital
    17 Pemprov Lampung Alokasikan Rp1,2 Triliun Belanja Produk IKM
    18 Pelaku Usaha Akui Manfaat Gernas BBI Bagi IKM
    19 Pemerintah Dorong IKM Sebagai Basis Perekonomian Rakyat
    20 Delameta Dukung Hadirnya Low Emission Zone di Jakarta
    21 Pelatihan OJT Siswa Diktukpa TNI-AD Diharapkan Mengetahui Peran, Tugas dan Tanggung Jawab Pemimpin
    22 Ria Prawiro Akui Karakter Suara Mark Pattie Berbeda dari Penyanyi Lain
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat