Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
Kamis, 30-06-2022 - 07:04:35 WIB
TERKAIT:
 
  • MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
  •  

    Majalahelsinta.com,Jakarta- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan meminta masyarakat tetap optimis dan tak perlu khawatir dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ia memastikan,
    masyarakat tetap bisa melakukan kurban dengan aman.
    "Pertama kita harus optimis, kurban Iduladha tahun ini aman, nyaman. Sehingga
    tidak perlu terlalu khawatir," ujar Tambunan dalam diskusi online yang digelar
    Forum Merdeka 9 (FMB9) bertema “Amankah Berkurban Saat Wabah
    Mengganas?” pada Rabu, (29/6/22).
    Tambunan mengatakan, masyarakat perlu menyikapi wabah PMK ini secara
    proporsional dan profesional. Sebab, pemerintah melalui kementerian dan
    lembaga terkait telah mengantisipasi sejumlah kendala yang dapat
    menghambat jalannya hari raya kurban menjelang perayaan iduladha.
    Karena itu, kata Tambunan, berkurban harus tetap dilakukan. Apalagi, dalam
    Islam, itu sesuatu yang sangat dianjurkan.
    "Karena para ahli kita, itu sudah ada upaya-upaya untuk melakukan antisipasi.
    Karena itu, dalam perspektif MUI, berkurban ini memang sesuatu yang sangat
    dianjurkan," katanya.
    Yang kedua, lanjut Tambunan, masyarakat harus melihat bahwa hewan yang
    dikurbankan harus sesuai kriteria yang disyariatkan yaitu sehat, kuat dan
    terbaik. Menurutnya, yang terbaik adalah yang sehat dan kuat secara fisik.
    Berangkat dari dua hal tersebut jelasnya, ada empat kategori bagi hewan kurban
    sesuai Fatwa MUI No.32 Tahun 2022 yang ditandatangani tangal 31 Mei 2022 lalu.
    alu. Empat kategori ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi panduan
    menyembelih hewan kurban di tengah penyebaran infeksi PMK.
    "Pertama, hewan kurban harus kuat dan sehat. Kalau ada gejala klinis ringan
    misalnya mulutnya mengeluarkan air liur, tapi masih kelihatan gagah, bisa," jelas
    Tambunan.
    Kedua, hewan ternak yang masih dalam gejala awal PMK, seperti flu berat dan
    nafsu makannya turun masih bisa dikurbankan. Asalkan, tambahnya, harus
    disembelih dan dimasak sesuai standar kesehatan.
    "Kalau ada hewan kurban yang sudah mulai kelihatan flu berat. Misalnya sudah
    letih lesu, tidak punya nafsu makan, terus air liurnya keluar, tapi masih bisa
    makan, bisa dikurbankan. Cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara
    sesuai standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," kata
    Tambunan.
    "Tapi kalo sudah lemah, kelihatan kurus, maka itu tidak sah untuk dikurbankan,"
    tegasnya.
    Sementara jikalau ada ternak yang sakit, namun segera disuntik vaksin
    kemudian sembuh, itu sah dikurbankan dengan rentang waktu
    penyembelihannya 10-13 Dzulhijah. Sebab kata Tambunan, itu artinya di hari
    tasyrik.
    Keempat, kalau dia sakit kemudian sembuh. Tapi sembuhnya sudah di luar
    tanggal 13 atau di luar hari tasyrik, maka tidak sah sebagai kurban. Dia hanya
    sebagai sedekah biasa.
    "Nah karena itu, saya ingin mengajurkan, kalo ada sapi atau hewan kurban yang
    sulit disembuhkan, ya cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara sesuai
    standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," tegasnya.
    Lebih lanjut, Tambunan menyampaikan, wabah PMK merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik pemerintah, peternak bahkan media.
    Karena itu, Tambunan menyampaikan apresiasi karena telah diundang sebagai
    narasumber. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya literasi dalam rangka
    memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait ciri-ciri hewan kurban
    yang sehat dan kuat sesuai yang disyariatkan.
    "Semoga dengan edukasi ini sosialisasi melalui media, masyarakat akan
    terbantu," katanya.
    Tambunan menambahkan, wabah PMK merupakan sebuah ujian yang harus
    dihadapi oleh manusia. Sebagian manusia pejuang, katanya, kita harus
    menghadapinya.
    "Sekali lagi wabah PMK ini bukan musibah yang dikehendaki oleh manusia, tapi
    sebuah ujian, yang kalau kita mampu menghadapi ujian ini, semakin kuat doa
    dan ikhtiar kita," tutupnya. (dpri)




     
    Berita Lainnya :
  • Sukses di Malaysia, Brunei, Singapura, Ezkayvie Nexus Bidik Pasar Indonesia
  • Tak Hanya Gelar Seni Dendang Mahameru Juga Berkegiatan Sosial
  • Wow Artis Multi Talenta DJ Aini Adilla Kini Nge DJ Tiktok di Rumah, Yu Lihat
  • Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
  • MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sukses di Malaysia, Brunei, Singapura, Ezkayvie Nexus Bidik Pasar Indonesia
    02 Tak Hanya Gelar Seni Dendang Mahameru Juga Berkegiatan Sosial
    03 Wow Artis Multi Talenta DJ Aini Adilla Kini Nge DJ Tiktok di Rumah, Yu Lihat
    04 Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
    05 MUI Jelaskan Ciri Hewan PMK yang Tidak Bisa Dikurbankan
    06 Indonesia dan AS Mempererat Hubungan Bilateral yang Terjalin 73 tahun Lalu
    07 Ini Aturan Baru Cara Membeli Pertalite dan Solar
    08 Lembaga Masyarakat Adat Papua Dukung DOB Provinsi Papua
    09 Pengamat Politik Lokal: DOB Papua Demi Kepentingan Integrasi Nasional
    10 Jagokan Wisata Edukasi Subak Desa Kertalangu, Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusanta
    11 Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
    12 Ketum PP IAI : Kongres dapat Memilih Ketum PP IAI Baru yang Amanah Memimpin Organisasi
    13 Blusukan ke Pasar Kosambi Bandung, Mendag Zulhas: Harga Sembako Stabil, Migor Curah Dikemas Sederhan
    14 Maudy Ayunda Punya Trik Hadapi Dunia Kerja
    15 Mendag Zulhas Blusukan Pastikan Stok dan Harga Minyak
    16 Gelar BBI Lagawi Fest, Kemenperin Dorong IKM Lampung Go-Digital
    17 Pemprov Lampung Alokasikan Rp1,2 Triliun Belanja Produk IKM
    18 Pelaku Usaha Akui Manfaat Gernas BBI Bagi IKM
    19 Pemerintah Dorong IKM Sebagai Basis Perekonomian Rakyat
    20 Delameta Dukung Hadirnya Low Emission Zone di Jakarta
    21 Pelatihan OJT Siswa Diktukpa TNI-AD Diharapkan Mengetahui Peran, Tugas dan Tanggung Jawab Pemimpin
    22 Ria Prawiro Akui Karakter Suara Mark Pattie Berbeda dari Penyanyi Lain
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat